Langkah Tepat Untuk Investasi Rumah

investasi rumah

Saat ini, banyak masyarakat yang berbondong-bondong melebarkan usaha mereka, terlebih di bidang properti. Lantaran berbagai pihak baik Pemerintah maupun para pengembang properti memberikan bermacam kemudahan. Sehingga, masyarakat memanfaatkan kemudahan tersebut untuk kesejahteraan keuangannya.

investasi rumah

Tak dapat dipungkuri juga, bahwa kita menginginkan kekuatan finansial yang stabil, untuk tentunya kehidupan yang lebih baik kedepannya. Sehingga kita harus melakukan berbagai hal. Nah, salah satu hal yang dapat kamu lakukan demi kesejahteraan finansial adalah dengan cara penanaman modal atau disebut dengan investasi. Beragam investasi pun dapat kamu pilih dan lakukan, mulai berinvestasi saham, emas atau benda berharga lainnya, hingga berinvestasi di bidang properti. Dari sekian macam investasi, yang paling disarankan dan sangat menguntungkan yakni properti. Kenapa? Lantaran harga properti tak mengalami penurunan, dan bahkan terus meningkat setiap tahunnya secara signifikan.

Investasi properti sendiri terbagi menjadi tiga, yakni tanah, rumah, dan apartemen. Dari ketiga tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dan dari ketiganya, paling diutamakan untuk berinvestasi adalah rumah. Ya, selain menjadi tempat tinggal kita, sebuah rumah juga dapat dijadikan nilai investasi yang bahkan menghasilkan keuntungan besar. Lalu sebenarnya apa sih kelebihan sebuah hunian jikalau dijadikan investasi? Berikut penjelasannya.

investasi rumah dijual

Kelebihan investasi rumah adalah harganya yang akan selalu naik setiap tahunnya secara signifikan. Selain harga tanahnya yang naik, otomatis harga rumah juga akan ikut naik. Selain itu, perawatan dan desain hunian yang cantik dan rapi, akan menjadi nilai plus dari investasi ini. Terlebih lagi jika hunian berada di lokasi yang sangat strategis, dekat dengan berbagai fasilitas umum, seperti rumah sakit, mall center, dan lain sebagainya, akan membuat harga rumah menjadi lebih tinggi lagi. Namun, hunian sendiri ada yang bersubsidi, ada pula yang dibangun langsung oleh para developer. Jika berniat berinvestasi rumah, kamu harus memilih hunian yang tidak bersubsidi. Lantaran pada umumnya, hunian bersubsidi di bangun di lokasi yang kurang menguntungkan, karena tujuan utama dibangunnya rumah bersubsidi adalah untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal, bukan untuk investasi.

Ada beberapa langkah untuk berinvestasi rumah, agar mendatangkan keuntungan yang besar. Apa saja langkah yang dimaksud? Berikut langkah-langkah untuk kamu yang berencana untuk berinvestasi rumah.

cari rumah dijual

Langkah pertama adalah tentunya dengan mengobservasi lokasi. Hal ini diperlukan mengingat keuntungan yang akan kita tuai di kemudian hari. Setelah langkah pertama dirasa sudah yakin, lanjutkan ke langkah kedua, yakni kamu harus mencari tahu informasi mengenai pengembang properti. Lantaran hunian dibangun oleh para pengembang. Adapun langkah selanjutnya, yakni langkah ketiga, yaitu kamu harus menentukan luas bangunan yang dikira efesien terhadap lingkungan. Nah, setelah ketiga langkah tersebut kamu lakukan, langkah terakhir adalah dengan menentukan waktu.

Hasil Audit Biaya Jual Beli rumah

Sertifikat Rumah

Dalam transaksi jual beli rumah, tak terlepas dari biaya biaya tambahan lainnya. Adapun beberapa biaya tambahan tersebut ada yang dibayarkan kepada negara ataupun pemerintah daerah, maupun juga ada yang biaya tersebut untuk pejabat yang melaksanakan transaksi jual beli tersebut, namun dapat dinegosiasikan. Biaya-biaya tambahan tersebut antara lain yakni Pajak Penghasilan (PPh), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan lainnya yakni Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Sehingga, jika kamu seorang pembeli, maka kamu tidak hanya membayar harga rumah yang telah disepakati saja, melainkan ada biaya yang timbul dalam transaksi jual beli rumah tersebut. Lalu, apa saja biaya yang harus keluarkan saat membeli ataupun menjual sebuah hunian? Berikut penjelasannya:

Sertifikat

Sertifikat Rumah

Sertifikat harus kamu lakukan pengecekan sebelum transaksi jual beli rumah dilaksanakan. Pengecekan sertifikat ini bertujuan untuk memastikan bahwa tak ada catatan blokir, catatan sita, ataupun catatan lainnya. Adapun pengecekan sertifikat dilakukan di kantor pertanahan setempat. Dan untuk biayanya tergantung dari masing-masing kebijakan kantor tersebut, serta biaya ditanggung oleh si pembeli. Namun tetap hal ini (mengenai tanggungan biaya) sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Biaya Pajak

biaya pajak

Pada transaksi jual beli rumah, kamu pun juga diwajibkan membayar pajak, baik itu dari pihak penjual maupun dari pihak pembeli. Mengenai besarnya, telah diatur sesuai peraturan pemerintahan, seperti yang tertera berikut ini:

  • Nilai jual untuk tidak kena pajak pada tiap wilayah bisa berbeda beda, dan pada umumnya berkisar antara 40 hingga 60 juta
  • Begitu juga dengan pajak pembeli yang lebih kita kenal dengan BPHTB yaitu sebesar 5% x (Harga jual – Nilai tidak kena pajak)
  • Pajak penjual atau di sebut juga PPH biasanya di kenakan sebesar 5% dari harga jual.

Untuk harga jual tersebut, yakni harga transaksi jual beli yang sebelumnya telah disepakati atau sesuai dengan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) pada tahun yang bersangkutan.

Biaya BBN, AJB, dan Notaris

Biaya

Selanjutnya yakni mengenai biaya BBN (Biaya Balik Nama), AJB (Akta Jual Beli), dan juga jasa Notaris yang dimana besar biayanya sekitar 0,5% hingga 1% dari harga transaksi. Adapun biaya tersebut pada umumnya, biayanya ditanggung oleh pihak pembeli.

Biaya KPR

biaya KPR

Berbeda ketika kamu membeli rumah dengan cara cash keras, yang dimana tak akan menimbulkan biaya tambahan lainnya seperti cara KPR. Biaya KPR ini antara lain provisi, administrasi, dan lainnya yang besar biayannya mencapai 4% sampai 5% dari total pinjaman.

BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan)

Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan

Selain membayar biaya yang sudah disebutkan diatas, kamu juga harus membayar BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan), dimana besar biaya yang dikeluarkan sebesar 5% dari nilai NJOP.