Hasil Audit Biaya Jual Beli rumah

Sertifikat Rumah

Dalam transaksi jual beli rumah, tak terlepas dari biaya biaya tambahan lainnya. Adapun beberapa biaya tambahan tersebut ada yang dibayarkan kepada negara ataupun pemerintah daerah, maupun juga ada yang biaya tersebut untuk pejabat yang melaksanakan transaksi jual beli tersebut, namun dapat dinegosiasikan. Biaya-biaya tambahan tersebut antara lain yakni Pajak Penghasilan (PPh), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan lainnya yakni Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Sehingga, jika kamu seorang pembeli, maka kamu tidak hanya membayar harga rumah yang telah disepakati saja, melainkan ada biaya yang timbul dalam transaksi jual beli rumah tersebut. Lalu, apa saja biaya yang harus keluarkan saat membeli ataupun menjual sebuah hunian? Berikut penjelasannya:

Sertifikat

Sertifikat Rumah

Sertifikat harus kamu lakukan pengecekan sebelum transaksi jual beli rumah dilaksanakan. Pengecekan sertifikat ini bertujuan untuk memastikan bahwa tak ada catatan blokir, catatan sita, ataupun catatan lainnya. Adapun pengecekan sertifikat dilakukan di kantor pertanahan setempat. Dan untuk biayanya tergantung dari masing-masing kebijakan kantor tersebut, serta biaya ditanggung oleh si pembeli. Namun tetap hal ini (mengenai tanggungan biaya) sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Biaya Pajak

biaya pajak

Pada transaksi jual beli rumah, kamu pun juga diwajibkan membayar pajak, baik itu dari pihak penjual maupun dari pihak pembeli. Mengenai besarnya, telah diatur sesuai peraturan pemerintahan, seperti yang tertera berikut ini:

  • Nilai jual untuk tidak kena pajak pada tiap wilayah bisa berbeda beda, dan pada umumnya berkisar antara 40 hingga 60 juta
  • Begitu juga dengan pajak pembeli yang lebih kita kenal dengan BPHTB yaitu sebesar 5% x (Harga jual – Nilai tidak kena pajak)
  • Pajak penjual atau di sebut juga PPH biasanya di kenakan sebesar 5% dari harga jual.

Untuk harga jual tersebut, yakni harga transaksi jual beli yang sebelumnya telah disepakati atau sesuai dengan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) pada tahun yang bersangkutan.

Biaya BBN, AJB, dan Notaris

Biaya

Selanjutnya yakni mengenai biaya BBN (Biaya Balik Nama), AJB (Akta Jual Beli), dan juga jasa Notaris yang dimana besar biayanya sekitar 0,5% hingga 1% dari harga transaksi. Adapun biaya tersebut pada umumnya, biayanya ditanggung oleh pihak pembeli.

Biaya KPR

biaya KPR

Berbeda ketika kamu membeli rumah dengan cara cash keras, yang dimana tak akan menimbulkan biaya tambahan lainnya seperti cara KPR. Biaya KPR ini antara lain provisi, administrasi, dan lainnya yang besar biayannya mencapai 4% sampai 5% dari total pinjaman.

BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan)

Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan

Selain membayar biaya yang sudah disebutkan diatas, kamu juga harus membayar BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan), dimana besar biaya yang dikeluarkan sebesar 5% dari nilai NJOP.